Aku masih ingat pertemuan pertama kita.
Kau masuk ke gerbang sekolah itu, bangunan yang membuatku mengerti dan paham, mengapa perempuan dan laki-laki diciptakan.
Aku juga masih ingat, saat pembagian kelas.
Kau sekelas denganku, dan membuatku membisu saking bahagianya.
Dan aku juga ingat, saat-saat kita bertengkar karena kita berbeda paham.
Kita memang tak bisa bersatu, tapi aku ingin.
Aku melawan takdir, dan takdir tak menerima perlawananku.
Kita tak bisa bersama.
Namun kau dan aku tahu, kita menginginkan kebersamaan itu.
Sayang yang kita dapatkan hanyalah kekosongan.
Kau menyerah. Namun aku tak gentar.
Sayang, perjuanganku melawan takdir, gagal.
Aku kalah. Namun aku tak pernah menyerah.
Saat kita terpisah, aku menyadari banyk hal.
Lagi-lagi takdir menuliskan sesuatu yang tak bisa ku raih. Dia menginginkan kita terpisah dan tak bertemu lagi.
Tp tidakkah kau tahu, beberapa orang mngatakan, kalau kita memiliki keinginan yang kuat yang benar-benar tulus dari hati, seluruh alam semesta akan membantumu mendapatkannya.
Takdir pun mau mengalah.
Tapi, apa kau juga berpikir begitu?
No comments:
Post a Comment