i can never pleasure anybody. why, why, why...
tidak orangtuaku, teman kelas, teman biasa, teman baik, bahkan dia. keberadaan teman yang tidak terlalu banyak mungkin banyak menguntungkan karena makin berkurang populasi hati yang akan tersakiti gara-gara saya.
kasar sudah jadi nama tengahku.. orang tua mungkin, yaa, memang melihatku sedikit kasar tapi tidak terhadap adikku. saya kasar terhadap diri sendiri dihadapan orang tua.
teman biasa mungkin, yaa, melihatku kasar terhadap apa saja yang ada di sekitarku.
teman baik mungkin, yaa, melihatku kasar terhadap mereka tetapi apa daya mereka sudah terbiasa.. sehingga membuat sifat kasarku yg dulunya merupakan kekurangan, sekarang menjadi keistimewaanku.. entah mengapa, dasar sahabat-sahabat aneh.
dia, mungkin, yaa... melihatku sangat kasar, terlalu kasar.. terhadap diriku dan dirinya. pengetahuan akan 'pengertiannya' terhadap diriku sebenarnya agak runtuh ketika dia menumpahkan kekesalannya terhadap kekasaranku..
saya pikir dia itu telah menjelma selayaknya sahabat-sahabat anehku..
saya pikir dia telah membuat kekuranganku menjadi keistimewaan seperti sahabat-sahabat anehku..
saya pikir....saya salah.
saya sangat amat terlalu salah.
salah bukan dalam artian 'salah pikir tentang dia', tetapi saya salah. diriku yang salah. salah telah menjadi perempuan kasar.
di belahan dunia mana yang bisa menerima keberadaan makhluk kasta wanita yang bersifat kasar?????
ngga ada...
entah kedepannya saya bisa mengubah sifat ini, bahkan kalau bisa, menghilangkannya.
dengan hilangnya sifat kasarku mungkin bisa menerbangkan harapan akan adanya diriku yang baru.
akankah diriku yang baru akan membosankan atau mengesankan... saya juga ga tahu, saya juga ga bisa prediksi.
maaf buat makhluk-makhluk berhati mulia dan berpikiran akal sehat terhadap diriku yang kasar dan ga guna ini. maaf yang sebesar-besarnya...
atau ke bulan saja ya? siapa tahu ada makhluk kasar lainnya yg bisa menerimaku apa adanya.
No comments:
Post a Comment