Wednesday, 29 August 2012

Dia dan Bintang

"Jumlah bintang itu ada tujuh puluh juta pangkat dua puluh dua"

Dapat pengetahuan baru, jumlah bintang...
Entah kenapa ya, bintang itu termasuk hal yang sangat klasik nan klise, tapi ga pernah ada matinya.
Kira-kira kalau ada 100 orang ditanya "apakah kamu suka bintang?" aku yakin 99 bakal jawab iya.
Yang 1-nya bakal bilang "aku ngga suka, aku sayang bintang."
Aneh yaa, bintang kok disayang. Ah, ngga kok, ngga aneh.

Orang itu menyayangi bintang sama spesialnya seperti dia yang mengagumi bulan dan sama caranya seperti dia mengamati langit.

Orang itu juga menyayangi bintang selayak cintanya terhadap teh hangat dan dinginnya hujan.

Orang itu menyayangi bintang seperti halnya rasa sayangnya terhadap gulingnya.

Orang itu menyayangi bintang sesayang ia terhadap motornya.

Tapi orang itu juga benci terhadap ketiadaan bintang.

Seperti bencinya terhadap susu putih.
Seperti bencinya terhadap rasa-ramai-yang-terlalu-ramai dan rasa-sepi-yang-terlalu-sepi.
Seperti bencinya terhadap macet.
Seperti bencinya terhadap makhluk tong kosong nyaring bunyinya.
Seperti bencinya terhadap 9gag yang tak lucu lagi.
Seperti bencinya terhadap orang yang mengamatinya dari atas sampai bawah.
Seperti bencinya Leonard melihat pacar baru Penny.
Seperti bencinya terhadap kaset dvd bajakan yang tak memiliki subtitle Indonesia melainkan Malay.
Seperti bencinya saat dia nyaris kehabisan bensin di saat ia harus buru2 pulang.
Seperti bencinya dia terhadap malam...

Dia benci malam, tapi dia menyayangi bintang. Dua hal berseteru yang menciptakan keseimbangan.
Akhirnya dia netral. Tetap membenci malam tapi mencintai bintang.

Orang itu benci dibanding-bandingkan.
Orang itu benci disama-samakan.
Orang itu tak cerewet, dia hanya hobi bicara.
Orang itu senantiasa bersyukur terhadap dirinya yg Alhamdulillah terlahir tanpa cacat.
Orang itu telah menemukan kebahagiaan hidupnya... Bintangnya.
Orang itu adalah aku, dan tak mungkin kamu. Karena kamu dan aku tak sama dan tak mungkin sama.


***

Diketik melalui notes saat menunggu.
Salam titik dua tutup kurung.
Semoga kau juga menemukan bintangmu.

No comments:

Post a Comment